<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/33206210?origin\x3dhttp://lilyendadays.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Monday, May 28, 2007

Dulu aku akan menyimpan semua yang kurasakan sendiri, baik senang maupun susah.
Akan kututup rapat-rapat dan kusimpan dalam palung terdalam hatiku. Tidak seorangpun perlu tahu apa yang kuketahui, kurasakan, kualami. Semuanya cukup aku yang tahu.

Karenanya, saat membuat blog ini, yang dibuat memang karena tertarik dan ikut-ikutan, aku tidak berpikir untuk menulis hal-hal yang ingin kutulis. Yang kutulis mungkin memang kurasakan dan benar adanya, tapi hanya sebatas apa yang pantas aku tuliskan. Bagiku blog bukanlah buku harian, dan memang bukan. Ini bukan tempat untuk menuliskan apa yang membuatmu susah, untuk memperlihatkan emosi-emosimu.

Aku pernah secara tidak sadar, mungkin beberapa kali, menuliskan sesuatu yang benar-benar tercurah dan bocor dari kotak penyimpananku. Dan secara konsisten aku berusaha menutupnya kembali. Aku tidak ingin membiarkannya terbuka.

Namun kini, rasanya hal itu menjadi tidak adil lagi bagiku. Dan bagi orang lain yang tahu siapa aku.
Kau pernah menangis?
Ya, menangis berarti mengeluarkan air mata. Dari segi biologis, air mata berfungsi untuk melumasi mata kita yang kering. Juga membersihkannya dari kotoran-kotoran yang masuk ke mata kita. Dan melindunginya. Dari segi psikologis, menangis adalah salah satu cara melepaskan emosi. Saat sedih, takut, terharu, bahkan gembira, semuanya bisa diekspresikan lewat air mata. Setelah menangis, kau akan merasa lega. Kau akan merasa tekanan di dadamu berkurang, dan semuanya terasa ringan.
Sekarang, bagaimana kalau kau tidak menangis, tidak bisa menangis, atau bahkan tidak boleh menangis?
Menangis itu harus, untuk mengurangi tekanan pada diri kita. Begitu pula dengan menulis. Dengan bercerita, maka seakan beban kita berkurang. Kita akan merasa lega karena ia tidak disimpan dalam kotak penyimpanan yang tentunya sudah penuh itu.

Jadi, mulai sekarang, aku ingin, dan akan menulis apa yang memang ingin kutulis.
Aku ingin mendapatkan kelegaan yang sudah lama tidak kurasakan. Atau mungkin tidak pernah kurasakan. Belum.

Catatan: Jrit, saya sendiri kaget, kok sayah bisa menulis seperti ini yah... - -; Seperti kata temen saya waktu baca post-post blog saya, ini tidak seperti saya :P. Memang sih, yang dia baca itu post-post sebelum post ini. Dan tetap saja, katanya, tidak mencerminkan saya :P. Soalnya saya yang biasanya dia temui kan tidak terlihat seperti orang yang mau dan bisa menulis sedemikian.... euh, keren B-)? *kabur sebelum ditimpukin kuali, panci, dsb*

Oh iya, kok saya jadi menggunakan “aku“ sebagai kata ganti orang pertama, bukan “saya“ seperti biasanya? Yah, itu sih memang enaknya aja begitu :D. Kalau pake “saya“, rasanya kurang pas :“>.

Labels:



+ Lily @ 5:45 pm

_________

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home