Sunday, February 10, 2008
Uhm... Saya terbiasa dikecewakan... Dan semuanya gara-gara satu hal: Orangtua plin-plan.
Saya kan sudah kelas tiga, sudah waktunya memilih jurusan, memilih universitas yang mau dimasuki, waktunya belajar buat UAN. Oke, yang terakhir itu jelas akan dilakukan (sampe sekarang, saya masih belum serius belajar buat UAN. Ya ampyun... *mengutuk-ngutuk diri sendiri*)
Sialnya, yang dua hal pertama belum saya tentukan. Pertama, saya sama sekali tidak tahu saya mau masuk jurusan apa. Benar-benar masih bercabang-cabang. Masih ngikut-ngikut pendapat orang. Si A mau masih akuntansi, hampir aja di oke-okein aja. Disuruh Ibu masuk Psikologi, asal ngangguk. Disuruh Ayah masuk Geologi, ho oh ho oh aja. Yah, memang belom ada yang jadi tambatan hati. Lebih pengen ke IT malah, cuma masih bertanya-tanya dalam hati, apakah saya sanggup :P.
Kedua, sama kayak yang pertama, masih belum menentukan, belum menemukan yang bener-bener pengen banget, buat masuk ke salah satu universitas. Sama sekali tidak ada yang bener-bener jadi tujuan, bahkan UGM, Unpad, atau ITB. Ditawarin ini itu, lagi-lagi oke.
Sampai suatu hari *halah*, kebetulan ada workshop gitu deh, soal kuliah di Jerman. Yah, pas awal-awal sih biasa aja, cuma setelah dipikir-pikir lagi, kayaknya sreg, cocok, dan sesuai dengan yang dicari *halah dobel* Terus sampe cari info segala macem, dan sampe ikut workshopnya juga.
Semuanya kalau dilihat-lihat sudah beres, yang penting adalah niat menjalani, dan itu sudah dipegang, dan sudah dibuat komitmen dalam hati. yang jadi ganjalan sekarang malah orangtua, yang plin-plan kalo ngomong. Katanya seneng kalo anaknya mau kuliah di luar negeri. Katanya gak ngelarang. Tapi ditambahi embel-embel, "Tapi Papa lebih seneng, Papa maunya kamu kuliah di Indonesia aja, di ITB aja."
Euh... Kenapa sih? Tak bisakah saya memiliki andil menentukan masa depan sendiri? Tak bisakah saya berpendapat, mengikuti keinginan? Toh saya juga mikir, apakah orangtua mampu, apakah ada masalah yang bener-bener ga bisa diselesaikan? Dan itu tidak ada. Dan kenapa harus diembel-embeli "Papa maunya kamu masuk ITB"? Memangnya universitas itu ITB aja? Apa karena dulu orangtua kuliahnya di situ? Lulusan situ? Beuh...
Err, tidak bermaksud menyalahkan atau menjelek-jelekkan ITB atau universitas manapun loh.
Saya cuma kesel, apakah saya tidak punya pilihan untuk apapun? Apakah semuanya harus lewat jalan 'pemberontakan?' Saya merasa kalau saya tak ubahnya hanyalah robot, yang digerakkan sesuai kehendak pemiliknya (in this case, my parents, yeah...)
OK, mereka khawatir, saya hidup sendirian di negeri orang, dsb. Tapi kan kalau semua upaya untuk meminimalisir hal-hal negatif bisa diupayakan, kenapa tidak? Dan bukankah suatu saat saya juga akan keluar dari rumah?
Kuliah tanpa keinginan, mungkin itu adalah kans terbesar yang akan terjadi dalam setahun ini. Soalnya bener-bener ga ada niat saya untuk kuliah di universitas entah-di-mana di negeri ini. Dikasih ke Amerika pun saya enggak mau (mungkin :P). Dengan begitu kuliah saya kemungkinan besar ga bakalan beres. Thanks to Daddy.
Sekarang, sepertinya cuma bisa berharap, semoga keplin-planannya belum hilang, baru hilang setelah mereka menyetujui kepergian saya ke Jerman. Semoga. Tapi kayaknya ga mungkin deh. Ah, siyal...
((PS: Gw nulis ini dalam keadaan angkuh. Taulah, mengangkat dagu :P. Euh, kenapa gw gampang banget nangis sih T_T. kantong air matanya bocorkah? *ditimpuks*))
Labels: Me
+ Lily @ 2:07 pm
_________
2 Comments:
Memangnya universitas itu ITB aja? Apa karena dulu orangtua kuliahnya di situ? Lulusan situ? Beuh...
Err, tidak bermaksud menyalahkan atau menjelek-jelekkan ITB atau universitas manapun loh.
Ambu sama Abah juga tidak akan memaksakan almamater pada anak-anak, [RON WEASLEY MODE:ON]tapi kalau kamu nggak masuk universitas negeri, nanti kamu akan dicoret dari daftar ahli waris[RON WEASLEY MODE:OFF]
*kabuuuur*
Err... sebentar, sebentar... Ini dicoret dari daftar ahli warisnya Abah atau Ambu, atau daftar ahli warisnya Ayah sama Ibu? :D *ngabuuur*
Kan saya udah nikah sama Djames, Mbu... *lirik-lirik genit ke Djames*
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home