Sunday, April 06, 2008
-Siggy by Lorainne Ziegmowit-
Name: Arianne Amarante Ravell
Birthdate: April 14th, 1963
Birthplace: Calais, France
Zodiac: Aries
Height/Weight: 145cms/33kgs (11-12 years old)
Wand: Hazel, 26 cms, with core Augurey's feather.
Home: 494 Cote Hill Road, Morristown, VT 05661. View the picture.
Current Residence: 15Bd Clemenceau Bp 442, 62225, Calais. View the picture.
Job: Student at Hogwarts, Ravenclaw House
Interests: Reading books, dancing, and many more...-will edited soon *cari inspirasi*-Labels: Arianne Ravell, Harry Potter, Me
+ Lily @ 11:51 am
_________
Arianne punya beberapa sisi yang sebenarnya berlawanan dalam dirinya. Yeah, entah bagaimana itu bisa terjadi. Saya sih ngikut aja deh apa maunya chara saya, hohoho.
-Siggy by Arzu Evenstar-
Feminine vs MasculineArianne Ravell adalah anak tunggal. Ia tinggal dengan satu-satunya orang yang dianggapnya sebagai keluarganya, Maurice yang notabene adalah seorang laki-laki berusia 25 tahun yang lumayan sibuk meskipun selalu berusaha meluangkan waktu bagi Arianne kapanpun ia mampu. Arianne dulu seorang yang lumayan mencerminkan seorang perempuan, namun setelah beberapa kejadian muncul, ia jadi menganggap bahwa cewek itu 'rese' dan lebih memilih bergaul dengan anak-anak laki-laki di lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Amerika yang rata-rata 'easy going'. Makanya, ia sering bermain baseball, basket, bersepeda, dan bahkan lari pagi setiap hari, itu karena pengaruh mereka. Ia juga jadi merasa lebih nyaman mengenakan pakaian yang simple dan mudah, suka mengenakan topi, dan tidak terlalu suka berdandan. Tapi Arianne tidak menganggap ini sebagai pengaruh buruk bagi dirinya.
Meskipun sisi maskulin (euh, bener ga sebutannya?) muncul padanya, tapi ia juga punya sisi feminin, atau sisi perempuannya. Ia membiarkan rambutnya tumbuh panjang dan tetap merawatnya, ia juga suka beres-beres rumah dan memasak -biarpun yang ini terpaksa, karena Maurice sibuk. Ia juga suka menari dan kemungkinan besar takkan keberatan mengenakan 'pakaian perempuan'. Ia juga tidak muka tembok dan kebal terhadap kata-kata atau perlakuan kasar. Mungkin ia akan membalas perkataan tajam dan balik memukul jika ia dipukul. Tapi dalam beberapa kasus, bisa jadi ia akan menangis karena takut, sedih, atau terguncang. Dan bisa saja itu karena hal sepele seperti jatuh tersandung atau ditamparin seperti waktu ditampar Vinzz yang disangkanya pasien St. Mungo yang kabur.
-Siggy by Yusuke Sawada-
Kind vs EvilBanyak orang bilang, Arianne itu jutek. Benarkah?
Sebenarnya sih tidak (menurut saya sebagai pmnya, tapi saya juga sayangnya tidak tahu -_-). Arianne mempunyai perasaan tidak suka yang khusus pada orang Prancis, dan orang-orang yang setipe atau berkarakteristik mirip-mirip orang Prancis, yaitu angkuh, suka tersenyum palsu, suka berkata 'parah', suka mengelompokkan orang. Pada orang-orang semacam ini bisa jadi Arianne akan berkata-kata sedikit tajam dan memberikan sedikit ekspresi tidak suka, yang kadang bahkan tidak terlihat karena ia lebih suka memasang wajah tenang. Ekspresi tenang dan minim senyum ini juga yang mungkin disalahartikan sebagai jutek, padahal ini adalah salah satu caranya menyembunyikan dan menghindari dirinya terluhat tak berdaya. Faktor lain yang menyebabkan ia terlihat jutek, mungkin adalah kebiasaannya yang bicara seperlunya dan lebih banyak bicara dalam hati mengomentari semua hal yang dilihatnya atau membuatnya tertarik.
Di sini lain, Arianne sebenarnya cukup periang, jika ia bertemu dengan seseorang yang setipe dengan orang-orang yang dikenalnya dan disukainya, atau jika ia bertemu dengan seseorang yang dianggapnya temannya. Tak percaya? Tanya Yusuke Sawada yang sudah dicerocosi cerita soal sapu dengan panjang lebar di toko Quidditch. Padahal itu kali pertama mereka bertemu. Sawada rupanya mirip dengan teman Arianne yang bernama Mark, hanya saja Sawada sedikit lebih beradab. Pada orang-orang yang sudah dekat inilah, baru Arianne mau menampakkan dirinya. Ia akan tersenyum dan berbicara penuh ekspresi, seperti layaknya dirinya yang seharusnya.
Japan vs FranceTak sedikit yang menyebutkan dalam deskripsi di postnya, "...melihat seorang anak Asia..." ketika mereka mendeskripsikan chara mereka melihat Arianne baik sengaja maupun tidak. Padahal saya sudah merencanakan Arianne sebagai orang Prancis. Bagaimana ini? Sepertinya kesalahan terletak pada kedudulan saya dalam memilih visualisasi. Yeah, BoA Kwon, orang Asia. Jadi, kenapa tak menggunakan visualisasi orang Prancis? Ada beberapa alasan: Saya tak menemukan dan mengetahui visualisasi cewek Prancis yang pas untuk seorang Arianne, saya merasa BoA Kwon itu mencerminkan Arianne, dan BoA Kwon itu fotonya banyak banget, jadi gampang kalo bikin siggy dan butuh visualisasi untuk suatu momen... *digetok*
Nah, jadi bagaimana menyambungkan rupanya dengan latar belakangnya yang katanya adalah orag Prancis? Ahh, saya juga bingung. Apakah ternyata Maurice berbohong waktu mengatakan bahwa ibunya itu orang Prancis? Apakah Arianne kecil salah lihat atau salah ingat waktu mendeskripsikan dalam ingatannya soal ibunya yang katanya "sosok wanita berambut cokelat panjang ikal yang tinggi dan bergaris wajah lembut"? Bukankah sosok itu sama sekali tidak terlihat seperti orang Jepang, dan Alain Ravell sendiri sudah terbukti sebagai orang Prancis? Apakah sebenarnya Alain berselingkuh sehingga putrinya berwajah oriental? *digebuk sama Alain* Mari kita saksikan saja nanti.... :D *halah*
Dengan sifat-sifat seperti ini dan beberapa sifat lain, saya benar-benar tidak tahu Arianne akan masuk ke asrama mana. Saya sendiri tidak berusaha mengarahkan dia untuk masuk suatu asrama tertentu, dan hanya berusaha agar ia menjadi dirinya sendiri. Post ini akan diedit dan diupdate tergantung perubahan apa yang akan terjadi :D.
Labels: Arianne Ravell, Harry Potter, Me
+ Lily @ 10:22 am
_________
Thursday, April 03, 2008
Term 3 IndoHogwarts sudah dibuka~ Dan sudah ditutup, hehehe... Term baru, berarti chara baru~ *ditimpuks staff dan member seforum*
ARIANNE RAVELL-Siggy by Janette Blizzard-Nama lengkapnya Arianne Amarante Ravell. Lahir di Prancis, 14 April. Tongkat yang didapatnya adalah Kayu Hazel, 26 cm, inti bulu ekor Phoenix Irlandia atau Augurey. Arianne sendiri adalah seorang gadis yang energik, setiap pagi hampir selalu lari pagi di area sekitar rumahnya dan Maurice. Lebih suka berpakaian simpel karena sering bergerak dan beraktivitas. Rambutnya yang panjang lurus berwarna coklat tua lebih sering digerai, kecuali jika aktivitas yang dilakukannya mengharuskan rambutnya diam di tempat, barulah ia mengikatnya. Setiap hari, ialah yang membersihkan rumah dan memasak -cuma yang simpel- karena sepupunya, Maurice, harus bekerja sebagai fotografer di sebuah majalah.
FamilyAyahnya seorang penyihir berdarah murni bernama Alain, namun sayangnya ibunya, Florence adalah squib. Keluarga besar ayahnya, sama sekali tak menyukai kenyataan ini. Merupakan aib memiliki seorang yang tak becus dalam keluarga. Tidak, mereka bukan keluarga bangsawan, tapi jelas squib bukanlah pilihan bagus untuk dimasukkan dalam silsilah keluarga Ravell. Karenanya, Alain diminta -atau dipaksa- memilih, keluarganya, atau wanita itu. Alain memilih Florence, yang berarti mereka memutuskan hubungan keluarga, selamanya, sampai ke keturunan-keturunannya. Alain dan Florence tinggal di sebuah rumah kecil hingga mereka memiliki seorang gadis kecil, Arianne.
Namun Arianne akhirnya tinggal bersama Maurice. Maurice adalah saudara jauh dari Alain, tinggal sendirian di Amerika setelah lulus sekolah, meninggalkan keluarganya untuk pendewasaan diri, dan mengambil Arianne saat orangtuanya meninggal karena
kecelakaan mobil -Arianne selamat karena sihir spontannya-. Saat itu usia Maurice barulah sembilan belas tahun, dan Arianne berusia lima tahun. Arianne yang saat itu masih kecil sama sekali tidak mengerti tentang masa lalunya dan orang tuanya. Ia juga tidak tahu, bahwa ia penyihir hingga sihir itu secara tidak sengaja muncul saat usianya akan menginjak delapan tahun. Maurice akhirnya menceritakan semuanya.
Sejak mengetahui masa lalunya, Arianne membenci ayahnya, membenci ibunya, dan terlebih, membenci keluarga ayahnya yang berpikiran sempit. Mereka membuat Arianne kehilangan orangtuanya, membuatnya tak bisa mengecap kebahagiaan memiliki keluarga besar dan bercengkrama bersama sepupu-sepupunya, dan lebih jauh lagi, Arianne membenci orangtuanya karena tak mau hadir untuknya. Baginya kini, keluarganya hanyalah Maurice, tak ada lagi yang lain. Ia sama sekali tak akan mempedulikan keluarga yang telah membuangnya.
LikesHobi Arianne tidak banyak. Ia suka menari, karena menari membuatnya banyak bergerak. Karena itulah ia suka tarian yang dinamis. Menari merupakan penghiburan baginya, salah satu caranya mengungkapkan perasaannya, selain dengan cara menulis atau melukis. Ia juga suka membaca karena membuka matanya akan dunia-dunia yang tidak diketahuinya. Lemari buku di ruang kerja Maurice -sekaligus perpustakaan- adalah korban pertamanya. Ia telah membaca semua isinya dan telah memahami sebagian besar isi buku-bukunya. Arianne sering bergumam dalam hati dan mengatakan berbagai hal dalam berbagai emosi. Kadangkala membatin seperti itu membantunya mengetahui apa yang dirasakannya, dan juga menghindarkan orang lain dari kata-katanya yang kadang tajam.
Dulu, saat Arianne belum mengetahui tentang orangtuanya, Arianne mempunyai satu hobi lain. Bermain putri-putrian dengan Maurice. Namun setelah ia tahu, permainan itu terasa konyol dan segera dihentikannya. Alasan lain ia berhenti adalah, karena ia menganggap permainan itu adalah mainan anak manja -padahal waktu dulu memainkannya dia senang-senang saja.
Sebagai penggantinya, Arianne lebih suka bermain dengan anak laki-laki di lingkungan rumahnya, di antaranya adalah Mark dan Will. Mereka menerima Arianne mungkin karena Arianne tidak rese seperti anak-anak perempuan lainnya, dan mereka juga tidak menganggap Arianne sebagai pengganggu, meskipun terkadang Arianne mengacaukan permainan mereka, karena sebenarnya ia tidak terlalu mahir dalam permainan-permainan itu. Sebaliknya, Arianne merasa nyaman-nyaman saja bermain basket maupun baseball, atau bahkan balap sepeda semkipun sering kalah dan sering mengganggu daripada membantu anak-anak laki-laki itu. Mereka toh dengan cepat melupakan masalah dan kembali bermain seperti biasa.
HatesHal yang dibenci Arianne ada beberapa. Ia tidak suka senyum palsu. Dan sebisa mungkin tidak tersenyum kalau ia tidak suka. Ia tidak menggubris usaha Maurice untuk membuatnya tersenyum, termasuk pujian yang mengatakan kalau tersenyum ia akan makin manis. Siapa peduli? Tapi terkadang pada saat-saat darurat, Arianne bisa saja tersenyum. Misalnya pada saat ia berhadapan dengan orang dewasa, atau pada situasi-situasi penting.
Arianne juga tidak suka orang yang sok dan angkuh. Terutama orang yang sok bangsawan. Terkadang ia jadi berkata-kata pedas jika diganggu oleh orang-orang yang tidak disukainya. Tipikal ini -tak suka senyum dan suka berkata-kata sinis- membuatnya disangka jutek di Indo Hogwarts (oh teganya kalian -_-). Tapi jika dilihat dari sudut pandangnya, maka yang dilakukannya terasa sah-sah saja :D. Yang paling utama, Arianne membenci orang Prancis. Karena ibunya, ayahnya, dan keluarga besar ayahnya adalah orang Prancis, dan Arianne membenci mereka. Menurutnya, orang Prancis itu arogan, angkuh, dan menyebalkan. Oh, dan Arianne benci orang yang suka membeda-bedakan secara terang-terangan, misalnya pecinta Darah Murni dan orang yang terang-terangan nyebut Darah Lumpur. Huhuhu... *dipundungin gara-gara ini*
Arianne terkadang memasang topengnya, mengenakan wajah hampir tanpa ekspresinya untuk melindungi dirinya sendiri. Itu karena dia tidak suka sesuatu berada di luar kendalinya. Ia tak suka menjadi tak berdaya. Karenanya juga ia selalu memperhitungkan segala sesuatunya dan berusaha agar mengetahui segala hal yang terjadi di sekitarnya.
Hal terakhir (mungkin) yang dibencinya adalah tikus. Tak ada alasan khusus kenapa Arianne membenci binatang kecil ini. Ia hanya menganggap binatang berkumis itu mengerikan.
Labels: Arianne Ravell, Harry Potter, Me
+ Lily @ 6:09 pm
_________